LPM IAIN Kerinci Dorong Inovasi Buku Ajar Melalui Workshop Berbasis AI

LPM IAIN Kerinci Dorong Inovasi Buku Ajar Melalui Workshop Berbasis AI

SUNGAI PENUH - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mengadakan Workshop Penulisan Buku Ajar Berbasis Artificial Intelligence (AI), Rabu (17/12) secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta, para dosen ini yang bertugas menulis buku ajar di lingkungan IAIN Kerinci.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Kerinci, Dr. M. Nurzein S., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun buku ajar yang berkualitas dan sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, Artificial Intelligence tidak untuk menggantikan peran akademisi, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas penulisan. 

Workshop ini merupakan bagian dari upaya strategis institusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat budaya akademik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan Artificial Intelligence dinilai penting dalam mengoptimalkan proses penulisan bahan ajar perguruan tinggi agar lebih efektif, produktif, dan tetap berlandaskan prinsip etika akademik. Salah satu focus utama kegiatan ini Adalah penguatan peran buku ajar dalam membangaun budaya akademik yang menekeankan pada literasi, analisis, pemecahan masalah dan penulisan ilmiah. 

“Workshop ini diharapkan mampu memberikan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis kepada dosen dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara etis dan bertanggung jawab, sehingga buku ajar yang dihasilkan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akademik,” ujar Dr. M. Nurzein.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Kerinci, Dr. Faizin, M.Ag, secara resmi membuka kegiatan workshop tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya inovasi dalam pengembangan bahan ajar sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.

“Penguasaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence, menjadi hal yang wajib bagi dosen di era transformasi digital. Namun, pemanfaatannya harus tetap berada dalam koridor etika akademik dan mendukung pencapaian hasil pembelajaran mahasiswa,” jelas Dr. Faizin.

Direktur Universitas Terbuka (UT) Medan Dr. (c) Yasir Riady, S.S., M.Hum selaku narasumber utama dalam kegiatan ini menekankan pentingnya buku ajar sebagai instrumen strategis dalam proses pembelajaran. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa dosen perlu secara aktif mengajak, bahkan jika memungkinkan memaksa secara akademik, mahasiswa untuk membaca dan memahami bahan ajar secara mendalam sebagai fondasi pembelajaran yang bermakna.

“Buku ajar yang baik harus mampu membiasakan mahasiswa untuk berpikir analitis berbasis teori, serta mengembangkan kemampuan problem solving melalui analisis terhadap permasalahan nyata yang ditemui di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga perlu dibiasakan untuk melakukan penulisan ilmiah, setidaknya dengan mengikuti sistematika IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) sebagai kerangka dasar akademik”. Papar Yasir.

Workshop ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan berbagai materi yang fokus pada konsep dasar AI, pemanfaatannya dalam penulisan buku ajar, serta praktik penggunaan AI dalam meningkatkan produktivitas dosen. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara daring untuk mencapai peserta secara lebih luas dan efektif.

Melalui kegiatan ini, IAIN Kerinci berharap para dosen mampu menghasilkan buku ajar yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini, sekaligus mendukung optimalisasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI 

©2025 IAIN Kerinci