Peningkatan Kompetensi Mengajar melalui Praktik Microteaching di FTIK IAIN Kerinci

Microteaching

 

Sungai Penuh – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci terus berkomitmen meningkatkan kualitas calon pendidik melalui mata kuliah Microteaching. Kegiatan pembelajaran yang digelar di Laboratorium Microteaching ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan langsung keterampilan mengajar sebelum terjun ke lapangan.  

 

Kelebihan utama laboratorium ini terletak pada teknologi yang mendukung proses evaluasi. Setiap sesi praktik direkam dan diputar ulang untuk dianalisis bersama. Pengelola laboratorium, Rizky Gusmanto menyampaikan mahasiswa juga dilatih menggunakan software khusus guna mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan gaya mengajar. 

 

“Mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar mengajar, mulai dari merancang RPP, mengelola kelas, hingga menerapkan metode pembelajaran inovatif, Ini seperti cermin bagi calon guru untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya.

 

Menurut Dekan FTIK IAIN Kerinci, Dr. Eva Ardinal, M.A., kegiatan microteaching menjadi langkah strategis menyiapkan lulusan yang adaptif dengan dinamika kelas. 

 

“Guru masa kini harus mampu mengintegrasikan teknologi dan pendekatan student-centered. Laboratorium ini adalah ruang uji coba yang aman sebelum mereka menghadapi siswa sesungguhnya,” tegasnya.  

 

Laboratorium Microteaching FTIK IAIN Kerinci dilengkapi fasilitas modern, seperti kamera perekam, sistem audio, dan layar monitor, yang memungkinkan mahasiswa merekam dan menganalisis performa mengajar secara mendetail. Setiap pekan, puluhan mahasiswa dari program studi Pendidikan Agama Islam, Bahasa Inggris, dan Matematika menjalani simulasi mengajar di depan rekan sekelas, dengan dosen pengampu sebagai observer.  

 

Kurikulum Microteaching di FTIK IAIN Kerinci terbagi dalam dua tahap. Pada fase teori, mahasiswa mempelajari konsep perencanaan pembelajaran, teknik presentasi, serta evaluasi. Sementara di tahap praktik, mereka diuji untuk mengajar selama 15-20 menit dengan topik yang ditentukan, lalu menerima umpan balik dari dosen dan teman sejawat.  

 

Hingga saat ini, puluhan mahasiswa FTIK IAIN Kerinci telah merasakan manfaat langsung dari mata kuliah ini. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan, seiring dengan visi IAIN Kerinci sebagai pencetak pendidik profesional berbasis integrasi keilmuan.