Jakarta – Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan pentingnya Program PRIMA (Praktik Religius Mahasiswa) Magang sebagai gerakan kolektif membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap menghadapi masa depan Indonesia Emas 2045. Program ini, menurut beliau, merupakan jembatan antara ilmu pengetahuan dan praktik nyata yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lembaga pendidikan keagamaan.
“Ini adalah langkah awal transformasi nasional. Pendidikan Islam harus tampil unggul, bukan hanya membahas persoalan dunia, tetapi juga akhirat,” ujar Menag dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti bahwa lulusan pendidikan keagamaan memiliki nilai tambah dibanding pendidikan umum non-kelembagaan. Namun demikian, beliau mengingatkan para sarjana untuk tetap rendah hati, sabar, dan bersikap qana’ah dalam mencari pekerjaan dan rezeki.
“Para lulusan jangan takut, Anda punya kesempatan mendapat pekerjaan yang layak. Yang utama adalah kejujuran, amanah, dan loyalitas pada tempat kerja,” tambahnya.
Menag juga menegaskan bahwa soft skill dan kecerdasan spiritual-emosional (Spiritual Emotional Quotient/SEQ) kini menjadi penentu utama kualitas kinerja, melebihi sekadar kompetensi akademik.
Program PRIMA diharapkan menjadi contoh nyata kontribusi pendidikan keagamaan dalam mencetak generasi emas yang berkualitas secara intelektual, spiritual, dan moral.
- Log in to post comments
