SUNGAI PENUH - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci gelar Seminar Proposal Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun Anggaran 2026, Selasa (5/5) di Ruang Pertemuan Lantai II Gedung LP2M IAIN Kerinci. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., Wakil REktor, serta para dosen pengusul penelitian di lingkungan IAIN Kerinci. Seminar proposal ini merupakan tahapan awal dalam proses seleksi penelitian berbasis SBK BOPTN yang bertujuan menilai kualitas akademik, ketepatan metodologi, serta relevansi proposal penelitian dosen sebelum ditetapkan sebagai penerima pendanaan Tahun Anggaran 2026.
Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad dalam sambutannya menegaskan bahwa penelitian dosen harus diarahkan untuk memperkuat kapasitas akademik perguruan tinggi sekaligus menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penelitian tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban tridarma perguruan tinggi, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi, gagasan, serta solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pengembangan institusi. Ia menilai kualitas riset sangat ditentukan sejak tahap perencanaan, sehingga seminar proposal menjadi forum penting untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki arah, tujuan, dan luaran yang jelas.
“Penelitian yang dirancang secara matang akan menghasilkan luaran yang berkualitas dan berdampak. Karena itu, seminar proposal ini penting untuk memastikan setiap penelitian yang didanai benar-benar memiliki kontribusi bagi pengembangan keilmuan, institusi, dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LP2M IAIN Kerinci Prof. Dr. Usman mengatakan seminar proposal menjadi bagian dari mekanisme penjaminan mutu penelitian yang diterapkan kampus dalam menjaga kualitas setiap program riset dosen. Menurutnya, melalui forum tersebut setiap proposal akan ditelaah secara komprehensif oleh reviewer guna memastikan kesesuaian antara substansi penelitian, metode yang digunakan, dan target luaran yang direncanakan. Proses evaluasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas proposal sebelum penelitian dilaksanakan di lapangan.
“Seluruh proposal harus melalui proses evaluasi akademik yang ketat agar penelitian yang didanai memenuhi standar mutu dan mampu menghasilkan luaran yang terukur sesuai target yang ditetapkan,” ujarnya.
Kepala Pusat Penelitian IAIN Kerinci, Nuzul Iskandar, M.A., menambahkan bahwa seminar proposal juga menjadi ruang pembinaan akademik bagi para dosen peneliti dalam menyempurnakan desain riset sebelum memasuki tahap implementasi. Ia menilai masukan dari reviewer sangat penting untuk memperkuat kerangka konseptual, metodologi, serta arah luaran penelitian agar pelaksanaan riset berjalan lebih efektif dan sesuai target.
“Seminar proposal ini bukan sekadar tahapan seleksi administratif, tetapi juga forum akademik untuk mematangkan rancangan penelitian. Kami berharap seluruh peneliti dapat memanfaatkan masukan reviewer untuk menyempurnakan proposalnya sebelum penelitian dilaksanakan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan seminar proposal ini, LP2M IAIN Kerinci menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya riset dan meningkatkan mutu penelitian dosen secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan penelitian-penelitian unggul yang tidak hanya memenuhi target luaran akademik, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan peningkatan reputasi kelembagaan IAIN Kerinci di tingkat nasional maupun Internasional.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
