SUNGAI PENUH - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci sukses menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah bertema “Cerdas Berinvestasi di Era Digital: Langkah Awal Mahasiswa Cerdas Menuju Financial Freedom”, Selasa (5/5) di Mini Teater Gedung Perpustakaan Digital IAIN Kerinci. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kepala Laboratorium Galeri Investasi Syariah bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) IAIN Kerinci ini bertujuan meningkatkan literasi mahasiswa di bidang pasar modal syariah serta dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dengan antusiasme tinggi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Jambi, Rena Novita.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. Yuserizal Bustami, M.A. menekankan pentingnya pemahaman literasi keuangan dan investasi sejak dini bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di era digital yang semakin kompetitif dan dinamis. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda saat ini.
“Mahasiswa harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan dan memahami instrumen investasi yang sesuai prinsip syariah,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari praktisi pasar modal, yakni Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jambi Ningsih Trilianah dan Brand Manager PT FAC Sekuritas Jambi Alexander Charles. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Jambi Rena Novita.
Dalam pemaparannya, Ningsih Trilianah menegaskan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda perlu memiliki kesadaran sejak dini mengenai pentingnya investasi, khususnya investasi berbasis syariah yang kini semakin mudah diakses melalui platform digital. Menurutnya, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman literasi keuangan yang baik agar mahasiswa mampu mengambil keputusan investasi secara tepat dan terhindar dari berbagai praktik investasi ilegal yang merugikan.
“Mahasiswa harus mulai memahami investasi sejak dini agar dapat mengambil keputusan keuangan yang cerdas di masa depan. Dengan literasi yang baik, generasi muda juga akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Alexander Charles menyampaikan bahwa membangun kebiasaan investasi sejak masa perkuliahan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian finansial di masa depan. Ia menjelaskan bahwa saat ini investasi di pasar modal tidak lagi identik dengan modal besar, sehingga mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk mulai berinvestasi secara bertahap sesuai kemampuan finansial masing-masing.
“Financial freedom dapat diraih melalui disiplin mengelola keuangan dan konsisten berinvestasi sejak muda. Tidak perlu menunggu mapan untuk memulai, karena investasi bisa dimulai dari nominal yang terjangkau,” katanya.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar investasi syariah, mekanisme pasar modal, serta strategi memulai investasi secara aman dan bertanggung jawab. Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Panitia berharap Sekolah Pasar Modal Syariah ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa IAIN Kerinci untuk menjadi generasi yang cerdas secara finansial serta mampu merencanakan masa depan ekonomi yang lebih baik melalui investasi syariah.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
