Tim Koordinasi Kementerian Agama Support Armuzna, Jafar Ahmad: Kelancaran Jamaah Menjadi Prioritas Bersama

...

MAKKAH – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), Tim Koordinasi Kementerian Agama RI terus memperkuat berbagai langkah koordinasi guna memastikan seluruh proses pergerakan jamaah haji Indonesia berjalan lancar, aman, dan nyaman. Salah satu figur yang terlibat aktif dalam upaya tersebut adalah Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, yang turut bergabung bersama tim koordinasi dalam melakukan pemantauan dan penguatan layanan di lapangan.

Jafar Ahmad menegaskan bahwa fase Armuzna merupakan titik paling menentukan dalam rangkaian ibadah haji sehingga membutuhkan koordinasi yang solid dari seluruh unsur penyelenggara.

"Pada fase ini mobilisasi jamaah berlangsung dalam jumlah yang sangat besar dan dalam waktu yang relatif singkat. Karena itu, semua pihak harus saling membantu mengoordinasikan berbagai kebutuhan demi kelancaran pelaksanaan ibadah jamaah,” ujar Jafar Ahmad di Makkah.

Menurutnya, berbagai aspek pelayanan telah dipersiapkan secara matang oleh petugas haji Indonesia. Mulai dari pengaturan transportasi, kesiapan akomodasi di tenda-tenda Armuzna, layanan konsumsi, hingga dukungan kesehatan terus dipantau secara intensif agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Jafar Ahmad mengapresiasi dedikasi para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu dalam melayani jamaah. Ia menilai profesionalisme dan respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan di tengah kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan jutaan orang dari berbagai negara.

"Kami melihat langsung bagaimana petugas bekerja dengan penuh tanggung jawab. Mereka terus berupaya memastikan setiap kebutuhan jamaah dapat terlayani dengan baik. Tugas kita bersama adalah membantu mengoordinasikan seluruh proses agar jamaah dapat fokus beribadah,” katanya.

Sebagai bagian dari Tim Koordinasi Kementerian Agama RI, Jafar Ahmad juga terlibat dalam berbagai agenda koordinasi lapangan yang mencakup pemantauan pergerakan jamaah menuju Arafah, kesiapan armada transportasi, pengondisian area tenda, serta sinkronisasi layanan kesehatan dan kedaruratan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan berarti selama proses pemberangkatan dan pelaksanaan wukuf hingga mabit di Muzdalifah dan Mina.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem, tetapi juga oleh sinergi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah, petugas lapangan, tenaga kesehatan, hingga para pendamping jamaah.

"Semangat kolaborasi menjadi kunci utama. Ketika seluruh unsur bergerak dalam satu koordinasi yang baik, maka pelayanan kepada jamaah akan semakin optimal,” ungkapnya.

Dengan dukungan penuh dari Tim Koordinasi Kementerian Agama RI dan kerja keras para petugas di Tanah Suci, pemerintah berharap pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini dapat berlangsung dengan lancar. Komitmen untuk menghadirkan layanan yang profesional, humanis, dan responsif terus menjadi fokus utama demi memberikan pengalaman ibadah terbaik bagi seluruh jamaah haji Indonesia.

Editor : Ibnu Hayat
©2026 IAIN Kerinci