SUNGAI PENUH - Sebanyak 793 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci mengikuti Pengukuhan Guru Profesional dan Yudisium VI yang digelar, Kamis (25/6). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut diikuti oleh 519 peserta secara daring dan 274 peserta secara luring. Prosesi yudisium menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pendidikan profesi yang telah ditempuh para peserta selama mengikuti program PPG. Momen ini sekaligus menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk mengemban amanah sebagai guru profesional di satuan pendidikan masing-masing. Sejak awal kegiatan berlangsung, suasana penuh rasa syukur dan kebanggaan tampak menyelimuti para peserta yang telah berhasil menyelesaikan seluruh tahapan akademik hingga dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pengukuhan.
Selain prosesi pengukuhan, panitia juga memberikan penghargaan kepada lima lulusan terbaik yang berhasil menunjukkan capaian akademik dan kompetensi terbaik selama mengikuti program pendidikan profesi guru. Kelima lulusan tersebut adalah Awal Badri, Ilman Zukmi, Ahmad Mustain Billah, Ernawi, dan Arifun. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, kedisiplinan, serta konsistensi mereka dalam mengikuti seluruh tahapan pembelajaran dan penilaian. Keberhasilan para lulusan terbaik tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Rektor IAIN Kerinci, Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan para peserta menyelesaikan pendidikan profesi guru merupakan capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, serta tuntutan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dan madrasah. Karena itu, para lulusan PPG diharapkan tidak hanya mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan menjadi teladan bagi peserta didik maupun masyarakat. Ia menilai kehadiran guru yang profesional dan berintegritas menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.
"Pengukuhan guru profesional dan yudisium ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan peneguhan komitmen untuk mengabdikan diri sebagai pendidik yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Kami berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan bangsa," ujar Rektor.
Sementara itu, Dekan FTIK IAIN Kerinci, Dr. Eva Ardinal, M.A., menyampaikan bahwa seluruh peserta yang mengikuti yudisium telah melalui proses yang panjang dan tidak mudah. Mereka harus menyelesaikan berbagai tahapan mulai dari pendalaman materi, praktik pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, hingga mengikuti uji kompetensi sebagai syarat kelulusan. Menurutnya, proses tersebut dirancang untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan sebagai guru profesional. Ia berharap para lulusan dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program PPG untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan kerja masing-masing. Selain itu, para lulusan juga diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan terus mengembangkan kompetensi seiring perkembangan dunia pendidikan.
"Kami bangga atas capaian para peserta yang telah menyelesaikan seluruh proses pendidikan profesi dengan baik. Semoga ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh selama mengikuti PPG dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik dan lingkungan pendidikan," ujar Dr. Eva.
Melalui Yudisium VI Program Studi PPG ini, FTIK IAIN Kerinci kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme guru di Indonesia. Ratusan lulusan yang dikukuhkan diharapkan mampu membawa semangat baru dalam dunia pendidikan, baik di sekolah maupun madrasah tempat mereka mengabdi. Dengan bekal kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan profesi, para lulusan diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Kehadiran guru-guru profesional tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta mencetak generasi yang unggul di masa mendatang.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
