Rektor IAIN Kerinci Hadiri Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Adat dan Budaya

Rektor IAIN Kerinci Hadiri Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Adat dan Budaya

SUNGAI PENUH - Rektor IAIN Kerinci, Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menghadiri kegiatan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh yang digelar pada Sabtu (4/7/2026). Kehadiran Rektor IAIN Kerinci dalam prosesi adat tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Kerinci. Partisipasi ini sekaligus mempertegas komitmen IAIN Kerinci dalam membangun sinergi dengan lembaga adat dan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang menjadi identitas daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IAIN Kerinci, Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa Kenduri Sko bukan hanya menjadi agenda adat tahunan, melainkan juga memiliki makna strategis dalam menjaga eksistensi budaya dan memperkuat identitas masyarakat Kerinci. Menurutnya, di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian adat istiadat harus terus menjadi perhatian bersama. Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Kenduri Sko, seperti kebersamaan, gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, serta kepedulian terhadap sesama, merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berkeadaban.

"Kenduri Sko adalah warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan peradaban yang sangat tinggi. Tradisi ini tidak hanya mengajarkan kita untuk menghormati leluhur, tetapi juga mengingatkan bahwa kemajuan sebuah daerah harus dibangun di atas fondasi budaya yang kuat. Sebagai perguruan tinggi keagamaan, IAIN Kerinci memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk mendukung pelestarian budaya melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat." ujar Rektor.

Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh tahun ini mengangkat tema "Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab." Tema tersebut mencerminkan tekad masyarakat adat untuk terus menjadikan nilai-nilai budaya sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi muda agar tetap mencintai budaya daerahnya.

Rektor IAIN Kerinci juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga dokumentasi berbagai tradisi lokal agar dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.

Ia menambahkan, IAIN Kerinci siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam berbagai program yang mendukung pelestarian budaya Kerinci. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai kajian ilmiah, penguatan literasi budaya, serta inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal sebagai modal pembangunan daerah.

"Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya menjaga identitas budaya. Ketika adat dan budaya tetap hidup di tengah masyarakat, maka jati diri bangsa akan tetap terpelihara. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat harus terus diperkuat agar warisan budaya Kerinci tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," tambah Rektor.

Kehadiran Rektor IAIN Kerinci pada Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh diharapkan semakin mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat adat. Melalui sinergi tersebut, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga adat semata, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya Kerinci sebagai bagian dari warisan budaya bangsa Indonesia.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI 
©2026 IAIN Kerinci