SUNGAI PENUH - Kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Arskal Salim, GP., M.Ag., ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci dalam agenda Pendampingan Penguatan Transformasi Kelembagaan menjadi momen penuh nostalgia, Jum'at (10/7). Di hadapan pimpinan dan sivitas akademika IAIN Kerinci, Prof. Arskal mengungkapkan bahwa perjalanan akademiknya yang kini telah memasuki usia 30 tahun bermula dari kampus tersebut, ketika dirinya mengawali pengabdian sebagai dosen pada 1996.
Dalam paparannya, Prof. Arskal menjelaskan bahwa IAIN Kerinci memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidupnya sebagai akademisi. Pengalaman mengajar di kampus yang saat itu masih berstatus STAIN Kerinci menjadi fondasi penting dalam membangun karakter sebagai pendidik sekaligus memperkuat komitmennya terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam. Menurutnya, berbagai pengalaman yang diperoleh sejak awal pengabdian menjadi bekal berharga hingga mengantarkannya mengemban amanah di tingkat nasional sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
"Saya memulai karier sebagai dosen di kampus ini pada tahun 1996. Dari sinilah saya belajar bagaimana menjadi seorang pendidik yang tidak hanya mengajar di ruang kuliah, tetapi juga membangun tradisi akademik, menanamkan nilai integritas, dan terus mengembangkan kapasitas diri. Kampus ini menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian saya selama tiga puluh tahun," ungkap Prof. Arskal.
Ia menuturkan, perubahan yang terjadi di dunia pendidikan tinggi menuntut setiap dosen untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya riset, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, menurutnya, transformasi kelembagaan harus diiringi dengan transformasi sumber daya manusia agar perguruan tinggi mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Semangat belajar yang konsisten, budaya menulis, dan integritas dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi kunci yang terus dipegangnya selama meniti karier akademik.
"Kalau ada rahasia selama tiga puluh tahun ini, sederhana saja, jangan pernah berhenti belajar dan jangan pernah berhenti mengabdi. Ilmu akan terus berkembang, sehingga dosen harus terus memperbarui diri agar tetap relevan dan mampu memberikan manfaat bagi mahasiswa, institusi, serta masyarakat," tegasnya.
Kehadiran Prof. Arskal di IAIN Kerinci tidak hanya memberikan pendampingan mengenai penguatan transformasi kelembagaan, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi sivitas akademika melalui kisah perjalanan pengabdiannya yang berawal dari kampus tersebut pada 1996. Pengalaman itu menjadi motivasi bahwa dedikasi, kerja keras, dan komitmen untuk terus belajar merupakan fondasi utama dalam membangun karier akademik sekaligus mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang berkualitas.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
