AKURAT.CO Tahapan akhir seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI telah memasuki fase wawancara. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Ruchman Basori, menegaskan pentingnya kesiapan mental para peserta dalam menghadapi proses seleksi yang kompetitif ini.
“Seleksi pasti ada yang lolos dan ada yang tidak lolos. Maka yang utama adalah kesiapan mental peserta. Itu yang harus disiapkan dari sekarang,” ujar Ruchman saat diwawancarai Akurat.co melalui sambungan telepon pada Senin (14/7/2025).
Menurut data yang dihimpun, dari sekitar 80.000 peserta yang mendaftar program BIB tahun ini, sebanyak 50 persen berhasil lolos tahap tes Bakat Skolastik. Dari jumlah itu, sebagiannya lagi akan dinyatakan lolos setelah melewati tahapan wawancara.
Ruchman menegaskan bahwa tahapan wawancara telah disiapkan secara profesional, dengan menghadirkan pewawancara dari kalangan akademisi bergelar Guru Besar, Doktor, hingga dosen-dosen dari Ma’had Aly. Setiap peserta akan diwawancarai oleh dua orang pewawancara dan satu Liaison Officer (LO) dari Puspenma Kemenag.
“Wawancara ini kami lakukan secara online. Kami libatkan para akademisi dari berbagai kampus yang kredibel. Ini untuk memastikan proses seleksi dilakukan secara objektif dan berkualitas,” jelasnya.
Meski dilakukan secara daring, Ruchman tidak menampik adanya kemungkinan tantangan teknis, seperti gangguan sinyal maupun keterbatasan akses peserta yang berada di pondok pesantren atau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Namun, ia menegaskan bahwa panitia telah mengantisipasi semua kemungkinan tersebut.
“Memang sangat mungkin ada kendala sinyal, tapi saya pribadi tidak sepenuhnya percaya bahwa di daerah 3T sinyal selalu lebih buruk. Selain itu, bagi peserta yang di pondok dan tidak memegang alat komunikasi, kami sudah siapkan admin untuk menjembatani. Panitia sudah menyiapkan semua skema antisipasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ruchman juga menyampaikan bahwa program BIB telah berjalan selama empat kali. Setiap tahunnya, seluruh informasi seleksi disampaikan secara terbuka, termasuk juknis, jadwal, dan keikutsertaan peserta.
Lebih lanjut, Ruchman menyampaikan harapan besar terhadap para alumni program BIB agar memberikan kontribusi nyata setelah lulus. Menurutnya, jika penerima beasiswa berasal dari kalangan dosen, maka ia diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di institusinya.
Sementara bagi lulusan yang merupakan fresh graduate, mereka diarahkan untuk mengambil peran sesuai kebutuhan di tengah masyarakat.
“Jika dia dosen, maka dia akan bawa pengaruh positif bagi kampusnya. Jika masih fresh graduate, dia bisa mengisi peran-peran penting di masyarakat, bahkan di lingkungan Kanwil Kemenag di berbagai daerah,” kata Ruchman.
Mengakhiri wawancaranya, Ruchman berpesan agar para peserta seleksi tahap wawancara mempersiapkan diri secara matang, menjaga integritas, dan tetap optimistis. Ia mengingatkan bahwa semua upaya yang telah dilakukan peserta harus diiringi dengan kepasrahan kepada Tuhan.
“Percaya bahwa Kemenag melalui Puspenma sudah memberikan layanan terbaik bagi anak-anak bangsa. Kalau sudah usaha dan ikut prosesnya dengan baik, maka pasrahkanlah hasil akhirnya kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Tahapan wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 dijadwalkan sejak tanggal 14-23 Juli 2025. Tahapan ini menjadi penentu utama bagi para peserta dalam meraih kesempatan emas melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri, melalui skema pembiayaan dari Kemenag RI.
- Log in to post comments
