SUNGAI PENUH, IAIN Kerinci - Komitmen menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur kembali ditunjukkan Rektor IAIN Kerinci, Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., dengan menghadiri sekaligus berbaur bersama masyarakat pada pelaksanaan Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci, minggu (5/7). Kehadiran Rektor di tengah-tengah ninik mamak, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi simbol dukungan perguruan tinggi terhadap pelestarian adat sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Kerinci.
Kenduri Sko merupakan salah satu tradisi adat yang memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual bagi masyarakat Kerinci. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang pengukuhan kepemimpinan adat dan silaturahmi antarmasyarakat, tetapi juga menjadi ruang pewarisan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap leluhur kepada generasi penerus.
Sebagai putra daerah yang lahir dan tumbuh di Tanah Kerinci, Dr. H. Jafar Ahmad mengikuti setiap rangkaian prosesi adat dengan penuh khidmat. Ia tampak berbaur bersama masyarakat, berbincang dengan para pemangku adat, serta menyaksikan langsung berbagai prosesi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tanjung Pauh Mudik. Menurut Rektor, kehadiran dirinya bukan hanya sebagai pimpinan perguruan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian adat dan budaya daerah.
"Kenduri Sko bukan sekadar tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi merupakan jati diri masyarakat Kerinci. Di dalamnya terkandung nilai persatuan, musyawarah, penghormatan kepada adat, serta semangat kebersamaan yang harus terus kita rawat. Sebagai putra daerah, saya merasa terpanggil untuk hadir dan menjadi bagian dari upaya menjaga warisan luhur ini agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," ujar Dr. H. Jafar Ahmad.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik sekaligus sosial dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"IAIN Kerinci akan terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya daerah. Tradisi seperti Kenduri Sko harus didokumentasikan, dikaji, dan dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan identitas bangsa. Kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur," tambahnya.
Kehadiran Rektor IAIN Kerinci mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para pemangku adat. Mereka menilai keterlibatan kalangan akademisi dalam kegiatan adat menjadi bentuk sinergi yang penting untuk memastikan budaya lokal tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah tantangan modernisasi.
Pelaksanaan Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Melalui momentum tersebut, diharapkan kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah, dan perguruan tinggi semakin kuat dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sebagai identitas masyarakat Kerinci sekaligus bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
