SUNGAI PENUH — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci melalui Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) menyelenggarakan kegiatan “Bimbingan Teknis Sistem Informasi dan Survei Layanan Akademik bagi Mahasiswa Baru Tahun 2025", Sabtu (8/11). Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan Digital Lantai 1 ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan menjadi agenda strategis dalam mendukung peningkatan literasi digital serta kualitas layanan akademik di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Kepala Unit TIPD IAIN Kerinci, Ade Putra Hayat, M.Pd., menekankan pentingnya penguasaan aplikasi SIAKAD bagi setiap mahasiswa. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap sistem ini akan sangat membantu kelancaran aktivitas akademik dan administrasi mahasiswa selama menempuh studi.
“SIAKAD ini bukan sekadar untuk mengontrak mata kuliah saja, tapi menu-menu yang ada di dalam SIAKAD sudah menyediakan kebutuhan yang cukup untuk layanan akademik kita di IAIN Kerinci. Itu sebabnya kami mengundang seluruh mahasiswa baru untuk hadir agar nantinya tidak bertanya-tanya lagi tentang penggunaan aplikasi SIAKAD,” ujarnya.
Kegiatan bimbingan teknis ini merupakan hasil sinergi antara Unit TIPD, Lembaga Penjamin Mutu (LPM), dan Bagian Akademik IAIN Kerinci. Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat integrasi sistem informasi serta memastikan pelayanan akademik kampus berbasis digital dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai cara penggunaan SIAKAD, mulai dari proses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), pengecekan nilai, jadwal perkuliahan, hingga akses berbagai fitur pendukung kegiatan akademik lainnya. Pendampingan teknis juga diberikan agar mahasiswa mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dan tepat.
Selain pengenalan sistem informasi akademik, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Survei Layanan Akademik, yaitu instrumen evaluasi yang digunakan untuk menilai tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik yang diberikan oleh kampus. Hasil survei nantinya akan menjadi dasar bagi institusi dalam memperbaiki dan mengembangkan mutu layanan pendidikan di IAIN Kerinci.
Pihak TIPD menjelaskan bahwa survei tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian dari mekanisme evaluasi internal kampus yang mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung, IAIN Kerinci berupaya menciptakan budaya akademik yang partisipatif dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Kegiatan bimbingan teknis ini juga diharapkan dapat meminimalisir berbagai kendala akademik yang kerap muncul akibat kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap sistem digital kampus. Dengan penguasaan SIAKAD yang baik sejak awal, mahasiswa dapat mengelola kegiatan akademik secara lebih efisien, transparan, dan mandiri.
Melalui pelaksanaan bimbingan teknis ini, TIPD IAIN Kerinci menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi. Peningkatan literasi teknologi informasi di kalangan mahasiswa baru diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif, modern, dan berorientasi pada mutu layanan pendidikan yang unggul.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
