Perkuat Jejaring Akademik, FEBI IAIN Kerinci Ikuti Kongres dan Seminar Internasional AFEBIS 2025

Perkuat Jejaring Akademik, FEBI IAIN Kerinci Ikuti Kongres dan Seminar Internasional AFEBIS 2025

JAMBI, IAIN Kerinci – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan CETAR 10 FEBI yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi,selasa (11/11). Kegiatan berskala nasional ini menjadi ajang penting pelaksanaan Kongres dan Seminar Internasional Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) yang dihadiri oleh 45 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia.

Kehadiran FEBI IAIN Kerinci dalam forum ini diwakili oleh Dr. Zufriani, M.Hi., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Zufriani terlibat aktif dalam berbagai agenda penting, termasuk forum akademik, diskusi kurikulum, serta penandatanganan nota kesepahaman antar fakultas ekonomi dan bisnis Islam. Beliau menilai bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

“Kegiatan AFEBIS ini menjadi forum yang sangat luar biasa dan bermanfaat. Selain memperluas wawasan akademik, juga mempererat silaturahmi antar dekan, wakil dekan, dan dosen dari seluruh Indonesia,” ujar Dr. Zufriani, M.Hi.

Kegiatan CETAR 10 FEBI menghadirkan beragam agenda akademik, di antaranya Seminar Internasional yang mendatangkan pakar ekonomi Islam dari Malaysia, Thailand, dan Oman. Seminar ini menjadi wadah penting untuk memperkaya wawasan internasional dan memperkuat kerja sama lintas negara di bidang ekonomi Islam.

Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkai dengan Kongres AFEBIS yang menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan asosiasi. Kongres tersebut dihadiri para dekan FEBI se-Indonesia dan menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk pemilihan Ketua AFEBIS yang baru serta penetapan arah kebijakan strategis organisasi ke depan.

Menurut Dr. Zufriani, AFEBIS kini memasuki dekade baru yang menunjukkan kemajuan signifikan. Asosiasi ini telah berperan besar dalam mengembangkan mutu pendidikan ekonomi Islam di lingkungan PTKIN. Hampir 70 persen produk dan program yang dihasilkan telah berstatus unggul dan diakui secara nasional.

“AFEBIS kini sudah berusia sepuluh tahun dan telah berakta notaris. Capaian ini membuktikan adanya komitmen bersama untuk memperkuat daya saing pendidikan ekonomi dan bisnis Islam,” jelas Dr. Zufriani.

Selain itu, diselenggarakan pula forum wakil dekan (WADEK) I, II, dan III, yang membahas berbagai isu strategis seperti pengembangan kurikulum, student mobility, dan peluang kerja sama antar-PTKIN. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola fakultas.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN STS Jambi dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk MoA antara FEBI IAIN Kerinci dan FEBI UIN STS Jambi. Kesepakatan ini bertujuan memperluas kerja sama akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat antar fakultas ekonomi dan bisnis Islam.

Kegiatan CETAR 10 FEBI juga mencatat berbagai capaian akademik penting. Salah satunya adalah pelaksanaan International Student Mobility Program yang melibatkan 46 mahasiswa dari berbagai kampus serta publikasi ilmiah dengan total 110 artikel, baik secara offline maupun online.

Partisipasi luas dari berbagai wilayah Indonesia menunjukkan semangat kolaboratif yang kuat di lingkungan AFEBIS. Dari Aceh hingga Papua, setiap fakultas ekonomi dan bisnis Islam berperan aktif dalam membangun sinergi dan memperkuat jaringan akademik nasional.

Sebagai agenda dua tahunan, forum AFEBIS berperan penting dalam menyamakan persepsi antar fakultas, memperkuat koordinasi akademik, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan akreditasi melalui LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi).

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menyatukan visi pengembangan FEBI di seluruh Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan penguatan ekonomi Islam di tingkat nasional dan internasional,” tutup Dr. Zufriani, M.Hi.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci