SUNGAI PENUH - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat mutu akademik dan mendorong transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Digital Education Catalyst Series 2. Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Kerinci ini mengangkat tema “Mastering Gen AI for Hight Impact Journals: Transformasi Alur Kerja Penulisan Ilmiah bagi Peneliti Modern” dan dilaksanakan, Rabu, (13/5), di Ruang Mini Teater Lantai 4 Perpustakaan Digital IAIN Kerinci.
Seminar ini dihadiri oleh unsur pimpinan kampus, dosen, serta para peneliti yang antusias mengikuti pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi Generative Artificial Intelligence (Gen AI) untuk mendukung kualitas riset dan publikasi ilmiah. Kegiatan menghadirkan Rhomiy Handican, M.Pd sebagai narasumber utama yang dikenal aktif dalam pengembangan inovasi pendidikan digital.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Kerinci, Dr. Faizin, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem pendidikan tinggi. Ia menilai bahwa kehadiran kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar dalam praktik akademik, mulai dari proses pembelajaran, riset, hingga publikasi ilmiah.
“Transformasi digital dalam pendidikan tinggi adalah keniscayaan. Sivitas akademika harus adaptif, inovatif, dan tetap menjaga integritas ilmiah dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pengembangan riset dan publikasi,” tegas Dr. Faizin, M.Ag.
Dr. Faizin juga mengapresiasi langkah LPM IAIN Kerinci yang secara konsisten menghadirkan forum-forum akademik berbasis inovasi digital. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat budaya akademik yang progresif dan responsif terhadap perubahan zaman.
Sementara itu, Ketua LPM IAIN Kerinci, Dr. M. Nurzein, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Digital Education Catalyst Series merupakan bagian dari agenda strategis lembaganya dalam memperkuat kualitas tata kelola akademik melalui penguatan literasi teknologi. Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam penulisan ilmiah tidak dapat dihindari, tetapi harus dipahami sebagai instrumen pendukung yang tetap berada di bawah kendali etika dan nalar kritis peneliti.
“Kami ingin sivitas akademika IAIN Kerinci tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan AI secara cerdas, etis, dan produktif untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah,” ujar Dr. M. Nurzein.
Ia menambahkan bahwa penguatan literasi digital akademik menjadi kebutuhan mendesak agar hasil penelitian yang dihasilkan sivitas akademika IAIN Kerinci mampu menembus jurnal bereputasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Pada sesi utama, narasumber Rhomiy Handican, M.Pd memaparkan secara komprehensif bagaimana Gen AI dapat membantu peneliti modern dalam menyusun artikel ilmiah secara lebih efektif. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini mampu membantu proses eksplorasi topik penelitian, penyusunan kerangka artikel, analisis referensi, perbaikan tata bahasa akademik, hingga optimalisasi struktur tulisan agar sesuai dengan standar jurnal bereputasi internasional.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI bukanlah pengganti kapasitas intelektual peneliti. Teknologi tersebut hanya akan efektif apabila digunakan oleh pengguna yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan memahami substansi keilmuan secara mendalam.
Dalam sesi interaktif, Rhomiy juga memperlihatkan praktik penggunaan beberapa platform AI untuk membantu penyusunan artikel ilmiah serta memberikan panduan agar penggunaannya tetap berada dalam koridor etika akademik.
“Generative AI dapat menjadi mitra strategis bagi peneliti modern apabila digunakan secara bijak. Teknologi ini membantu mempercepat proses teknis penulisan sehingga peneliti dapat lebih fokus pada substansi dan kualitas riset,” jelas Rhomiy.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan peserta seputar validitas penggunaan AI dalam publikasi ilmiah, tantangan etika akademik, hingga strategi agar hasil riset tetap orisinal di tengah kemudahan teknologi.
Melalui kegiatan ini, IAIN Kerinci berharap terbangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi integritas ilmiah. Seminar ini menjadi langkah nyata kampus dalam menyiapkan sivitas akademika yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan riset di era kecerdasan buatan.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
