Menag RI Resmi Buka KKN Nusantara VI PTKIN Se-Indonesia 2026, Empat Mahasiswa IAIN Kerinci Siap Mengabdi di Lebak, Banten

Menag RI Resmi Buka KKN Nusantara VI PTKIN Se-Indonesia 2026, Empat Mahasiswa IAIN Kerinci Siap Mengabdi di Lebak, Banten

SERANG, IAIN Kerinci - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia Tahun 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (15/7). Pada kegiatan tersebut, IAIN Kerinci mengirimkan empat mahasiswa sebagai delegasi yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai 15 Juli hingga 23 Agustus 2026.

Pada pembukaan KKN Nusantara VI, Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga kesehatan, memperkuat persaudaraan dan kerukunan, menghormati nilai-nilai budaya masyarakat setempat, serta menjadikan masa pengabdian sebagai ruang belajar dan berkolaborasi. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan yang harmonis dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat tempat mereka mengabdi. Menteri Agama RI menegaskan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lebih tinggi dibandingkan mahasiswa perguruan tinggi pada umumnya. Oleh karena itu, setiap peserta KKN diminta menjaga muruah almamater melalui sikap, perilaku, dan akhlak selama berada di tengah masyarakat.

“Masyarakat memiliki harapan besar kepada mahasiswa PTKIN. Ada muruah yang harus kita jaga. Tunjukkan identitas sebagai insan akademik dan insan religius melalui pakaian yang sopan, tutur kata yang santun, serta perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. Di mana pun ditempatkan, bersikaplah qanaah, terimalah dengan lapang dada, jadilah pribadi yang amanah, sabar, ikhlas, tawaduh, ihsan, dan bersikap wajar dalam berinteraksi dengan masyarakat. Jangan mudah menyalahkan orang lain.,” pesan Menteri Agama.

Dalam kesempetan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kerinci, Prof. Dr. Usman, M.Ag., mengatakan keikutsertaan mahasiswa IAIN Kerinci dalam KKN Nusantara VI merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperluas pengalaman pengabdian mahasiswa di tingkat nasional. Menurutnya, program ini tidak hanya menjadi wadah implementasi ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi, moderasi beragama, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal bersama mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.

"Keikutsertaan mahasiswa IAIN Kerinci pada KKN Nusantara VI merupakan amanah sekaligus kehormatan bagi kampus. Kami berharap para delegasi mampu menjadi duta IAIN Kerinci dengan menunjukkan integritas, etika, dan semangat pengabdian yang tinggi, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membawa nama baik institusi di tingkat nasional," ujar Prof. Usman.

Empat mahasiswa yang dipercaya mewakili IAIN Kerinci dalam KKN Nusantara VI PTKIN Se-Indonesia Tahun 2026 yakni Mohd. Rakis Oprasendi dari Program Studi Manajemen Keuangan Syariah, Arya Geni Permana dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Dara Rizki Meilizia dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, serta Zaidatul Adawiyah dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Selama masa pengabdian, mereka akan ditempatkan di Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pada kegiatan pembukaan, keempat delegasi didampingi langsung oleh Ketua LP2M IAIN Kerinci, Prof. Dr. Usman, M.Ag., serta Sekretaris LP2M sekaligus Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dendy H. Nanda, M.A.

"Kami berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan. Jadikan KKN Nusantara ini sebagai ruang belajar sekaligus pengabdian yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," tambah Prof. Usman.

Sementara itu, Sekretaris LP2M IAIN Kerinci sekaligus Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dendy H. Nanda, M.A., menjelaskan bahwa seluruh delegasi telah dipersiapkan melalui proses seleksi dan pembekalan sebelum diberangkatkan ke lokasi KKN. Ia optimistis mahasiswa IAIN Kerinci mampu berkolaborasi dengan peserta dari berbagai PTKIN di Indonesia serta menyusun program-program pengabdian yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

"Mahasiswa yang kami kirim telah melalui proses seleksi dan pembekalan. Kami berharap mereka mampu berkolaborasi dengan peserta dari seluruh Indonesia, mengembangkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memperoleh pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan akademik maupun sosial di masa mendatang," kata Dendy.

Keikutsertaan empat mahasiswa IAIN Kerinci dalam KKN Nusantara VI PTKIN Se-Indonesia Tahun 2026 menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, memperkuat semangat kolaborasi lintas daerah, serta menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi dan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal berharga dalam membentuk lulusan IAIN Kerinci yang unggul secara akademik, memiliki kepedulian sosial, serta siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI 
©2026 IAIN Kerinci