JAKARTA - Rektor IAIN Kerinci menghadiri Peluncuran dan Bedah Buku Seri Pemikiran Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, yang diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum intelektual yang mempertemukan para tokoh nasional, akademisi, guru besar, pimpinan perguruan tinggi, serta pejabat pemerintah untuk mengapresiasi kontribusi keilmuan Prof. Nasaruddin Umar melalui karya-karya tulisnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor IAIN Kerinci menyampaikan apresiasi tinggi atas produktivitas intelektual Menteri Agama. Menurutnya, di tengah padatnya tugas sebagai Menteri Agama dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar tetap mampu menjaga tradisi akademik dengan menghasilkan puluhan karya ilmiah.
"Data yang kami himpun menunjukkan bahwa Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar telah menerbitkan sekitar 52 buku. Ini merupakan bukti bahwa kepemimpinan yang kuat harus dibangun di atas fondasi keilmuan. Jabatan tidak boleh menghentikan seseorang untuk terus berpikir, meneliti, dan menulis," ujar Rektor.
Ia menambahkan, seorang pemimpin yang lahir dari dunia akademik memiliki tanggung jawab moral untuk terus melahirkan gagasan yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, karya tulis merupakan warisan intelektual yang nilainya jauh melampaui masa jabatan.
"Seorang pemimpin boleh berganti, tetapi gagasan yang dituangkan dalam buku akan terus hidup, dibaca, dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikutnya. Karena itu, budaya membaca dan menulis harus menjadi identitas utama perguruan tinggi," tambahnya.
Peluncuran serial buku tersebut menghadirkan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. sebagai keynote speaker. Turut hadir Prof. Dr. Alwi Shihab, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia periode 1999–2001, Prof. Franz Magnis-Suseno, Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Mochammad Afifuddin, para guru besar, rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama dari berbagai provinsi, akademisi, serta tamu undangan lainnya.
Seluruh peserta disambut langsung oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., yang menegaskan pentingnya memperkuat budaya literasi dan tradisi intelektual di lingkungan perguruan tinggi.
Bagi Rektor IAIN Kerinci, peluncuran tiga buku karya Prof. Nasaruddin Umar bukan sekadar seremoni penerbitan buku, tetapi menjadi simbol bahwa perguruan tinggi harus terus melahirkan pemimpin-pemimpin yang produktif dalam berkarya. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi inspirasi bagi sivitas akademika IAIN Kerinci untuk memperkuat budaya riset, membaca, dan menulis sebagai fondasi menuju kampus yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
