SUNGAI PENUH - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Prof. Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menyambut positif lahirnya Jakarta Understanding: On Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace yang dihasilkan melalui International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta. Rumusan yang disepakati pada 27 September 2026 tersebut membawa pesan penting tentang penguatan peran imam masjid dalam membangun harmoni keagamaan, diplomasi keagamaan, kemanusiaan, dan perdamaian dunia.
Jakarta Understanding lahir dari pertemuan para Imam Besar dari berbagai negara yang menempatkan perdamaian sebagai tanggung jawab bersama. Dalam rumusan tersebut, masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan, membangun dialog, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempertemukan masyarakat di tengah keberagaman.
Melalui Jakarta Understanding, imam masjid didorong menjalankan peran yang lebih strategis, tidak hanya sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai penuntun moral, mediator konflik, pemersatu masyarakat, dan agen perdamaian. Penguatan moderasi, toleransi, pendidikan karakter, kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, serta literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.
Rumusan tersebut juga mendorong penguatan diplomasi keagamaan dan dialog lintas iman untuk mencegah konflik, membangun rasa saling percaya, dan memperkuat rekonsiliasi. Para imam diharapkan turut berperan dalam menolak kekerasan, ekstremisme, penyalahgunaan agama, hoaks, dan ujaran kebencian. Selain itu, Jakarta Understanding memberikan perhatian terhadap kelestarian lingkungan serta persoalan kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap hak rakyat Palestina, perlindungan warga sipil, dan penegakan hukum internasional.
Bagi IAIN Kerinci, pesan yang lahir dari IGIC 2026 memiliki relevansi dengan tanggung jawab perguruan tinggi keagamaan Islam dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan dan kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kemanusiaan. Nilai moderasi, toleransi, persaudaraan, kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus diperkuat melalui proses pendidikan dan kehidupan akademik di lingkungan kampus.
Rektor IAIN Kerinci, Prof. Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., mengatakan bahwa Jakarta Understanding menjadi refleksi penting bagi perguruan tinggi Islam untuk memperkuat pendidikan yang berorientasi pada perdamaian dan kemanusiaan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai keislaman yang mampu menjawab kehidupan masyarakat yang semakin beragam dan kompleks. Pendidikan Islam, kata dia, perlu diarahkan tidak hanya pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa agar mampu membangun hubungan sosial yang harmonis.
“Pendidikan Islam memiliki tanggung jawab untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan dan kompetensi keilmuan, tetapi juga mampu menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta ikut membangun kehidupan yang damai. Semangat Jakarta Understanding menjadi pesan penting bagi kita untuk terus memperkuat moderasi, toleransi, persaudaraan, dan kemanusiaan,” ujar Rektor.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan akademik dan tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Lingkungan kampus harus menjadi ruang yang mendorong tumbuhnya budaya dialog, sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Dengan demikian, mahasiswa dapat membawa nilai-nilai keislaman yang dipelajari di kampus ke dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita ingin nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan. Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, menolak kekerasan dan ujaran kebencian, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan,” tegasnya.
Menurut Rektor, mahasiswa sebagai generasi penerus memiliki peran penting dalam meneruskan pesan perdamaian di tengah masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berdialog, berpikir terbuka, menghargai keberagaman, dan berkontribusi secara positif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang mempertemukan ilmu, nilai keislaman, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat. Dari lingkungan kampus inilah kita berharap lahir generasi yang mampu membawa pesan kedamaian, membangun dialog, menjaga persaudaraan, dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Semangat Jakarta Understanding juga memperkuat posisi masjid sebagai ruang pembinaan umat yang terbuka, edukatif, dan mampu menghadirkan keteduhan. Masjid dapat menjadi tempat memperkuat pendidikan keagamaan, membangun dialog, menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat.
Melalui semangat tersebut, pesan IGIC 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai rumusan forum internasional, tetapi dapat diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui masjid, lembaga pendidikan, dan komunitas keagamaan. Nilai perdamaian, persaudaraan, kemanusiaan, moderasi, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Bagi IAIN Kerinci, Jakarta Understanding menjadi momentum untuk terus memperkuat komitmen pendidikan Islam yang mengedepankan ilmu, akhlak, kemanusiaan, dan perdamaian. Semangat tersebut diharapkan dapat terus tumbuh melalui kehidupan akademik dan kontribusi sivitas akademika dalam membangun masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
